Curah hujan tinggi yang terjadi sepanjang malam mengakibatkan banjir di Kabupaten Dairi. Puluhan rumah terendam air, aktivitas warga terganggu, dan pemerintah setempat mulai melakukan penanganan darurat.
Kabupaten Dairi kembali diguyur hujan lebat yang berlangsung selama berjam-jam, menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah. Genangan yang muncul tidak hanya menutup akses jalan, tetapi juga merendam puluhan rumah warga hingga setinggi lutut orang dewasa. Banjir ini menjadi salah satu yang cukup parah sepanjang tahun, mengingat intensitas hujan yang datang tanpa henti sejak dini hari.
Hujan deras kali ini membuat debit air sungai dan saluran irigasi meningkat tajam. Sungai kecil yang berada di dekat permukiman warga tidak mampu menahan volume air yang datang bersamaan dengan limpasan dari daerah perbukitan. Dalam waktu singkat, air meluap dan mengalir deras ke perkampungan. Warga yang awalnya sedang beristirahat terpaksa terbangun untuk menyelamatkan barang-barang penting sebelum ketinggian air semakin slot.
Puluhan rumah di beberapa desa seperti Sitinjo, Lae Parira, dan Silahisabungan dilaporkan terendam banjir. Banyak warga yang harus mengungsikan perabotan ke tempat lebih tinggi. Barang-barang elektronik seperti televisi, kulkas, dan komputer menjadi prioritas untuk diselamatkan, mengingat kerusakan akibat air dapat menyebabkan kerugian yang tidak kecil. Sementara itu, sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa dipindahkan ke area yang lebih aman untuk menghindari kerusakan akibat terendam air.
Dampak banjir tidak hanya dirasakan pada permukiman, tetapi juga pada fasilitas umum. Beberapa sekolah dasar dan bangunan peribadatan di wilayah terdampak tergenang air, sehingga aktivitas belajar mengajar harus ditunda sementara. Jalan penghubung antar desa juga terhambat karena sebagian tertutup lumpur dan material yang terbawa arus. Kondisi ini membuat mobilitas warga terganggu, terutama bagi mereka yang bekerja di kota atau memiliki keperluan mendesak.
Pemerintah Kabupaten Dairi melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) segera mengerahkan tim untuk melakukan peninjauan dan evakuasi. Petugas menggunakan perahu karet untuk membantu warga yang rumahnya terendam cukup tinggi. Tim kesehatan ditempatkan di posko darurat guna mengantisipasi dampak lanjutan seperti penyakit kulit, demam, dan infeksi akibat paparan air banjir yang kotor.
Selain mengevakuasi warga, BPBD juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, air minum, dan selimut. Warga yang mengalami kerusakan berat mendapat prioritas untuk dipindahkan ke tempat penampungan sementara. Di beberapa lokasi, masyarakat terlihat saling membantu membersihkan area rumah dan membendung aliran air yang masih masuk dari aliran sungai kecil yang meluap.
Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum melakukan pemantauan terhadap kondisi drainase dan saluran air yang diduga tidak lagi berfungsi optimal. Endapan lumpur, tumpukan sampah, serta penyempitan saluran menjadi salah satu penyebab air meluap lebih cepat dari biasanya. Pemerintah berencana melakukan pengerukan dan perbaikan saluran dalam waktu dekat untuk mengurangi risiko banjir susulan apabila hujan ekstrem kembali terjadi.
Curah hujan tinggi yang memicu banjir di Dairi juga menjadi penegasan pentingnya pembenahan lingkungan, terutama di kawasan yang berada dekat dengan sungai dan kaki bukit. Berkurangnya area resapan air akibat pembukaan lahan dan aktivitas pembangunan membuat air hujan lebih cepat mengalir ke permukiman. Warga dan pemerintah diharapkan dapat bekerja sama dalam menjaga daerah tangkapan air, membersihkan saluran, serta melakukan penanaman pohon di area rawan erosi.
Hingga siang hari, beberapa titik banjir mulai menunjukkan tanda-tanda surut, namun beberapa wilayah masih tergenang cukup tinggi. Warga diminta tetap waspada karena kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil dan potensi hujan susulan masih cukup besar. Pemerintah daerah terus memberikan imbauan melalui perangkat desa agar masyarakat tidak lengah dalam menghadapi kemungkinan naiknya debit air sungai sewaktu-waktu.
Bagi banyak warga, banjir tahun ini memberikan dampak psikologis yang cukup besar. Mereka cemas terhadap potensi kerusakan barang, kesehatan keluarga, serta aktivitas ekonomi yang bisa terhambat berhari-hari. Namun di balik itu, solidaritas antarwarga kembali terlihat ketika mereka saling membantu memindahkan barang, membersihkan rumah, dan memberikan makanan kepada keluarga lain yang kesulitan.
Peristiwa banjir di Dairi kali ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim membawa tantangan yang semakin nyata. Intensitas hujan yang tidak menentu dan meningkatnya potensi cuaca ekstrem menuntut upaya mitigasi yang lebih serius. Dengan langkah cepat dari pihak terkait serta kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, diharapkan bencana serupa dapat diminimalkan di masa depan.
Banjir mungkin surut dalam beberapa hari, namun upaya pemulihan dan kewaspadaan harus tetap berjalan. Warga berharap pemerintah daerah dapat mempercepat pembangunan dan perbaikan infrastruktur penanggulangan banjir, sehingga kejadian seperti ini tidak terus berulang setiap musim hujan.
